Sabtu, 06 Februari 2016
Teknik Ekstraksi
MASERASI
a) Pengertian
Maserasi
Maserasi
istilah aslinya adalah macerare (bahasa Latin, artinya merendam). Maserasi
menggunakan pelarut non polar misalnya etanol encer. Merupakan metoda ekstraksi dengan sistem tanpa
pemanasan atau dikenal dengan istilah ekstraksi dingin. Maserasi merupakan
teknik ekstraksi yang dapat digunakan untuk senyawa yang tidak tahan panas.
Maserasi merupakan cara ekstraksi yang paling sederhana dengan cara merendam
serbuk simplisia menggunakan pelarut yang sesuai dan tanpa pemanasan.
b)
Prinsip Maserasi
Prinsip maserasi adalah pengikatan/pelarutan zat aktif berdasarkan
sifat kelarutannya dalam suatu pelarut. Langkah kerjanya adalah merendam simplisia dalam
suatu wadah menggunakan pelarut penyari tertentu selama beberapa hari sambil
sesekali diaduk, lalu disaring dan diambil filtratnya. Selama ini dikenal ada
beberapa cara untuk mengekstraksi zat aktif dari suatu tanaman ataupun hewan
menggunakan pelarut yang cocok.
Simplisia
yang akan di maserasi direndam dalam pelarut yang dipilih, ketika direndam,
cairan penyari akan menembus dinding sel dan masuk ke dalam sel yang penuh
dengan zat aktif, karena ada pertemuan antara zat aktif dan penyari itu terjadi
proses pelarutan (zat aktifnya larut dalam penyari) sehingga penyari yang masuk
ke dalam sel tersebut akhirnya akan mengandung zat aktif. Sementara penyari
yang berada di luar sel belum terisi zat aktif (0 %) akibat adanya perbedaan
konsentrasi zat aktif di dalam dan di luar sel ini akan muncul gaya difusi,
larutan yang terpekat akan didesak menuju keluar berusaha mencapai keseimbangan
konsentrasi antara zat aktif di dalam dan di luar sel. Proses keseimbangan ini
akan berhenti, setelah terjadi keseimbangan konsentrasi (istilahnya “jenuh”).
Alat
maserasi ditunjukkan pada gambar No. 1
Kelebihan
dan Kekurangan Metode Maserasi
Kelebihan
dari ekstraksi dengan metode maserasi adalah:
a) Unit
alat yang dipakai sederhana, hanya dibutuhkan bejana perendam
b) Biaya
operasionalnya relatif rendah
c)
Prosesnya relatif hemat penyari dan tanpa pemanasan
Kelemahan
dari ekstraksi dengan metode maserasi adalah:
a)
Proses penyariannya tidak sempurna, karena zat aktif hanya mampu terekstraksi
sebesar 50% saja
b)
Prosesnya lama, butuh waktu beberapa hari.
SOKLETASI
a)
Pengertian Soxhletasi
Soxhletasi adalah suatu metode pemisahan suatu komponen
yang terdapat dalam sampel padat dengan cara penyarian berulang–ulang dengan
pelarut yang sama, sehingga semua komponen yang diinginkan dalam sampel
terisolasi dengan sempurna. Pelarut yang digunakan ada 2 jenis, yaitu heksana
(C6H14) untuk sampel kering dan metanol (CH3OH)
untuk sampel basah. Jadi, pelarut yang dugunakan tergantung dari sampel alam
yang digunakan. Nama lain yang digunakan sebagai pengganti sokletasi adalah
pengekstrakan berulang–ulang (continous extraction) dari sampel pelarut
(Rahman: 2012).
b)
Prinsip Kerja Soxhletasi
Bahan yang akan diekstraksi diletakkan dalam sebuah kantung
ekstraksi (kertas, karton, dan sebagainya) dibagian dalam alat ekstraksi dari
gelas yang bekerja kontinyu. Wadah gelas yang mengandung kantung diletakkan
antara labu penyulingan dengan labu pendingin aliran balik dan dihubungkan
dengan labu melalui pipa. Labu tersebut berisi bahan pelarut, yang menguap dan
mencapai ke dalam pendingin aliran balik melalui pipet, berkondensasi di
dalamnya, menetes ke atas bahan yang diekstraksi dan menarik keluar bahan yang
diekstraksi. Larutan berkumpul di dalam wadah gelas dan setelah mencapai tinggi
maksimalnya, secara otomatis dipindahkan ke dalam labu. Dengan demikian zat yang terekstraksi terakumulasi melalui
penguapan bahan pelarut murni berikutnya.
1)
Kondensor berfungsi sebagai pendingin, dan juga untuk mempercepat proses
pengembunan,
2)
Timbal/klonsong berfungsi sebagai wadah untuk sampel yang ingin diambil zatnya,
3)
Pipa F/vapor berfungsi sebagai jalannya uap, bagi pelarut yang menguap dari
proses penguapan,
4)
Sifon berfungsi sebagai perhitungan siklus, bila pada sifon larutannya penuh
kemudian jatuh ke labu alas bulat maka hal ini dinamakan 1 siklus,
5)
Labu alas bulat berfungsi sebagai wadah bagi ekstrak dan pelarutnya,
6)
Hot plate atau penangas berfungsi sebagai pemanas larutan,
7)
Water in sebagai tempat air masuk, dan
8) Water out sebagai tempat air keluar (Azam
Khan: 2012).
d)
Kelebihan dan Kekurangan Soxhletasi
Metode
soxhletasi memiliki kelebihan dan kekurangan pada proses ekstraksi.
Kelebihan:
a)
Dapat digunakan untuk sampel dengan tekstur yang lunak dan tidak tahan terhadap
pemanasan secara langsung.
b)
Digunakan pelarut yang lebih sedikit
c) pemanasannya dapat diatur
kekurangan:
a) Karena pelarut didaur ulang, ekstrak yang terkumpul pada
wadah di sebelah bawah terus-menerus dipanaskan sehingga dapat menyebabkan
reaksi peruraian oleh panas.
b) Jumlah total senyawa-senyawa yang diekstraksi akan
melampaui kelarutannya dalam pelarut tertentu sehingga dapat mengendap dalam
wadah dan membutuhkan volume pelarut yang lebih banyak untuk melarutkannya.
c)
Bila dilakukan dalam skala besar, mungkin tidak cocok untuk menggunakan pelarut
dengan titik didih yang terlalu tinggi (Keloko, 2013).
DESTILASI
a)
Destilasi
Suatu
proses pemisahan yang sangat penting dalam berbagai industri kimia. Operasi ini
bekerja untuk memisahkan suatu campuran menjadi
komponen-komponennya berdasarkan perbedaan titik didih. Destilasi ini selalu digunakan untuk memisahkan minyak
bumi menjadi fraksi-fraksinya, memisahkan suatu produk kimia dari pengotornya,
dan sangat diperlukan dalam industri obat-obatan.
b)
Prinsip destilasi
Destilasi
merupakan suatu perubahan cairan menjadi uap dan uap tersebut didinginkan kembali
menjadi cairan. Unit operasi destilasi merupakan metode
yang digunakan untuk memisahkan komponen-komponennya yang terdapat dalam salah
satu larutan atau campuran dan bergantung pada distribusi komponen-komponen
tersebu antara fasa uap dan fasa air. Syarat utama dalam operasi pemisahan
komponen-komponen dengan cara destilasi adalai komposisi uap harus berbeda
dengan komposisi cairan dengan terjadi keseimbangan larutan-larutan, dengan
komponen-komponennya cukup dapat menguap.
Tahap destilasi
1.
Evaporasi : memindahkan pelarut sebagai
uap dari cairan
2.
Pemisahan uap-cairan didalam kolom dan
untuk memisahkan komponen dengan titik didih lebih rendah yang lebih mudah
menguap komponen lain yang kurang volatil.
3.
Kondensasi dari uap, serta untuk
mendapatkan fraksi pelarut yang lebih volatil.
KROMATOGRAFI
a)
Kromatografi adalah suatu teknik
analisis yang dapat digunakan untuk keperluan:
1.
Analisis kualitatif
2.
Analisis kuantitatif
3. Pemisahan/Isolasi
4.
Pemurnian
b)
Prinsip Dasar Kromatografi adalah:
pemisahan yang didasarkan atas
distribusi diferensial komponen-komponen sampel diantara dua fasa yaitu fasa
diam (stasionary phase) dan fasa gerak (mobile phase).
Gerakan fasa gerak ini mengakibatkan terjadinya migrasi diferensial
komponenkomponen dalam sampel.
Fasa Diam (stasionary phase) : dapat berupa zat padat atau zat cair
yang terikat pada permukaan padatan (kertas atau suatu adsorben). Fasa Gerak
(mobile phase) : dapat berupa cairan sebagai eluen atau pelarut atau gas
pembawa yang inert.
Langganan:
Komentar (Atom)